6 Penilaian Portofolio saat Memilih Kontraktor Bangun Rumah

Portofolio atau rekam jejak itu penting dimiliki oleh kontraktor bangun rumah. Tanpa adanya portofolio, profesionalitasnya patut dipertanyakan. Sebagai calon pengguna jasanya, apa kamu sudah menyiapkan kriteria penilaian pada waktu memilih kontraktor? Kalau belum, silakan ikuti beberapa penilaian berikut ini.

6 Penilaian Portofolio saat Memilih Kontraktor Bangun Rumah

1. Asli atau Tidak
Tingkat aslinya berkas portofolio bisa dibuktikan dengan tanda tangan kontraktor. Sebaiknya tidak boleh diwakilkan pada pihak lain. Lebih baik bikin portofolio menggunakan kertas seadanya tapi asli daripada yang tampil keren tapi palsu. Selain tanda tangan, coba lihat pernyataannya. Ditulis pakai tulisan tangan atau ketikan komputer sebagai penguat data.

2. Ada Lampiran Bukti Hasil Kerja atau Tidak
Kontraktor bangunan yang profesional selalu memenuhi hal ini. Bagi mereka, saat berhasil mengerjakan bangunan, itu sudah jadi prestasi tersendiri. Mereka cenderung transparan dan apa adanya. Sebaliknya. Kontraktor bangunan yang punya integritasnya minim, acapkali mangkir dari ketentuan penilaian tersebut.

Bukti hasil kerja lebih baik bukan hanya lewat tulisan saja. Pakai multimedia lebih baik, semisal pakai foto maupun video. Lebih amannya yang pakai video biar kamu bisa melihat keterlibatan langsung kontraktor dan krunya saat membangun rumah. Foto boleh, asalkan terbebas dari upaya memanipulasi. Khususnya untuk tampilan secara grafis.

3. Rekam Jejaknya Spesifik atau Tidak
Dalam ilmu kontraktor rumah, hanya ada renovasi dan membangun rumah secara total. Pastikan, kontraktor yang mau kamu pilih itu spesialisasi membangun rumah secara total atau renovasi atau malah random. Sesuaikan dengan kebutuhanmu. Mahal sedikit tak mengapa untuk memilih kontraktor dengan spesialis tertentu. Semua harus ada kejelasan.

4. Bagaimana dengan Catatan Testimoninya?
Pastikan pula hal ini. Untuk membuktikan kebenarannya, libatkan dalam video atau dokumen terpisah. Testimoni yang baik-baik itu pertanda sang kontraktor bangunannya sangat peduli dengan rekam jejak. Makin banyak testimoninya, makin besar peluangnya untuk kamu terima. Bukankah begitu?

5. Punya Penghargaan Lokal maupun Internasional atau tidak
Poin ini tidak wajib tertera pada portofolio. Penghargaannya bisa berupa dokumen, piala, diundang ke berbagai tempat, dan lain-lain. Penulisan daftar penghargaannya harus jelas dan detail. Misalnya tentang kapan kontraktor tersebut dapat penghargaan. Kemudian atas dasar apa kontraktor itu bisa sampai dapat penghargaan. Harus dijelaskan juga.

6. Portofolio Dibikin Sesingkat-singkatnya
Berbeda dengan CV yang harus lengkap dan cukup detail, untuk portofolio pilih yang disampaikan secara singkat. Ini tidak bersifat wajib, tapi cukup mengikat. Soalnya menyangkut pembuatan portofolio secara profesional. Kalau untuk bikin portofolio saja bertele-tele, bagaimana dengan pengerjaannya kelak?

Kontraktor bangun rumah yang terbaik selalu menghargai portofolio, bagaimana pun hasilnya. Mereka cenderung bekerja sebaik-baiknya tanpa pernah berniat mengecewakan para kliennya. Semua akan terlihat ketika kamu berbincang-bincang dengan penanggung jawabnya. Di situlah wajib diterapkan ilmu psikologi untuk mengukur kesungguhan.

0 Response to "6 Penilaian Portofolio saat Memilih Kontraktor Bangun Rumah"

Posting Komentar